Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Kota Bogor Edukasi Pelajar MAN 1 Kota Bogor
|
Kota Bogor, 24 Agustus 2026 – Bawaslu Kota Bogor memberikan edukasi demokrasi kepada para pemilih pemula di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bogor. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya partisipasi politik menjelang Pemilu 2029. Senin (24/8/2026)
Kegiatan diawali dengan upacara pengibaran bendera yang diikuti seluruh peserta didik kelas XI dan XII. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Bogor, Evans Septian, S.Akun., bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan pesan mengenai peran penting generasi muda dalam menentukan masa depan demokrasi bangsa.
Evans menegaskan bahwa para pelajar yang pada tahun 2029 telah memiliki hak pilih perlu mempersiapkan diri sebagai pemilih yang memiliki kesadaran politik dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Partisipasi dalam demokrasi harus didasarkan pada pertimbangan yang rasional, bukan karena pengaruh polarisasi maupun sentimen negatif.
Dalam amanatnya, Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Bogor, Evans Septian, S.Akun., menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa. Para peserta didik yang pada Pemilu 2029 akan menjadi pemilih pemula diharapkan mampu mempersiapkan diri dengan kedewasaan, kebijaksanaan, serta pemahaman yang baik dalam menggunakan hak politiknya.
“Generasi muda tidak boleh apatis terhadap proses demokrasi, tetapi juga tidak boleh mudah terpengaruh oleh polarisasi maupun sentimen negatif. Pada Pemilu 2029 nanti, adik-adik akan menjadi pemilih pemula, sehingga harus mempersiapkan diri menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Evans Septian.
Selain partisipasi politik, Evans turut menyoroti pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Di tengah derasnya arus informasi digital, pemilih pemula perlu memiliki kemampuan literasi media yang baik sehingga mampu memilah informasi, memahami konteks, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Setiap komentar, unggahan, maupun interaksi di media sosial memiliki konsekuensi dan meninggalkan jejak digital. Karena itu, kita harus bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial,” tegasnya.
Dalam mewujudkan pemilu dan pilkada yang demokratis dan berintegritas, para pemilih pemula juga diarahkan untuk menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan. Penilaian terhadap visi, misi, serta program kerja setiap kandidat perlu menjadi pertimbangan utama, bukan semata-mata karena pengaruh lingkungan, popularitas, maupun sentimen tertentu.
“Pemilih pemula harus memiliki literasi politik dan literasi media yang baik agar mampu menyaring informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang,” tambah Evans.