Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mengajar, Pemilih Pemula Diajak Kawal Demokrasi

Bawaslu Mengajar, Pemilih Pemula Diajak Kawal Demokrasi

Suasana saat pembukaan kegiatan Bawaslu Mengajar oleh Bawaslu Kota Bogor. Senin (24/08/2026)

Kota Bogor, 24 Agustus 2026 – Kegiatan Bawaslu Mengajar yang di selenggarakan oleh Bawaslu Kota Bogor kali ini hadir ke Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor. Hal ini sebagai bagian dari tindak lanjut atas MoU yang telah dilaksanakan oleh Bawaslu kota Bogor dan Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, dalam melakukan harmonisasi antar lembaga khusus memberikan pendidikan Politik dan Demokrasi bagi pemilih pemula di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor. Senin (24/08/2026)

Program Bawaslu Mengajar tersebut menjadi salah satu upaya Bawaslu Kota Bogor untuk memperluas pendidikan politik dan demokrasi kepada generasi muda. Melalui kegiatan yang melibatkan para siswa dan siswi MAN 1 Kota Bogor tersebut, Bawaslu mendorong pemilih pemula agar tidak hanya memahami pentingnya menggunakan hak pilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga proses demokrasi.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bogor, Drs. Cep Anwar, M.Pd. mengapresiasi kehadiran jajaran Bawaslu Kota Bogor. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang pembelajaran yang penting bagi para siswa dan siswi untuk mengenal demokrasi serta memahami peran mereka sebagai generasi yang akan terlibat langsung dalam kehidupan politik dan demokrasi bangsa.

“Pendidikan tidak hanya berbicara tentang capaian akademik, tetapi juga bagaimana membentuk generasi yang memiliki karakter, wawasan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bangsanya,” ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menyampaikan bahwa Bawaslu berupaya memberikan edukasi politik dan demokrasi kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi bagian penting dari pemilih pada pemilu mendatang.

“Bawaslu Kota Bogor berusaha semaksimal mungkin untuk menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa generasi muda, khususnya pemilih pemula, mendapatkan pemahaman yang baik mengenai politik, demokrasi, dan pentingnya berpartisipasi dalam mengawal proses pemilu,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Bogor, H. Ahmad Fathoni. Dalam pemaparannya, ia mengajak para siswa dan siswi untuk mulai mengambil peran dalam menjaga demokrasi melalui keberanian menyampaikan pendapat.

“Demokrasi harus dimulai dari keberanian untuk menyampaikan pendapat. Generasi muda harus berani menyuarakan kebenaran, berani menyampaikan gagasan, dan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya,” kata Ahmad Fathoni.

Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda juga dapat diwujudkan melalui pengawasan partisipatif. Para siswa dan siswi diharapkan tidak menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi dapat menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kualitas pemilu.

Materi berikutnya disampaikan oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, dan Hukum Bawaslu Kota Bogor, Supriantona. Ia menjelaskan bahwa masyarakat, termasuk generasi muda, memiliki kesempatan untuk berperan aktif apabila menemukan dugaan kejanggalan maupun pelanggaran pemilu di tengah masyarakat.

“Bawaslu terbuka terhadap informasi dan laporan dari masyarakat. Apabila menemukan dugaan pelanggaran, masyarakat dapat menyampaikan informasi kepada Bawaslu sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pengawasan pemilu bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan Bawaslu Mengajar tersebut juga dihadiri Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Nuryamah. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya keberanian generasi muda dalam memperjuangkan keadilan dan menjaga nilai-nilai demokrasi.