Lompat ke isi utama

Berita

Kordiv. SDMOD Bawaslu Kota Bogor, Salman Alfarisi Berikan Tausiah Pada Kegiatan Jumat Qolbu

Kordiv. SDMOD Bawaslu Kota Bogor, Salman Alfarisi Berikan Tausiah Pada Kegiatan Jumat Qolbu

Koodinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Bogor, Salman Alfarisi membeirkan tausiah kepada seluruh jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Bogor. Jum’at (27/02/2026)

Kota Bogor, 27 Februari 2026 - Bawaslu Kota Bogor kembali melaksanakan program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian pada Jumat (27/02/2026) di Kantor Bawaslu Kota Bogor. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kordiv. SDMOD Bawaslu Kota Bogor, Salman Alfarisi.

Pada edisi Jumat Sehati dan Jumpa Berlian kali ini Bawaslu Kota Bogor mengangkat tema "Jumat Qolbu" dengan melaksanakan Tausiah keagamaan. Di tengah tausiah Salman Alfarisi memberikan pesan dan arahan keagamaan kepada jajaran staf agar terus meningkatkan pemahaman keagamaan di samping mengasah kemampuan teknis dalam bekerja.

Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas SDM dengan penyeimbangan antara penguatan kompetensi teknis, kesehatan fisik dan mental pegawai Bawaslu Kota Bogor.

Program yang digelar oleh Bawaslu Kota Bogor tersebut menjadi agenda rutin dalam membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada capaian kinerja, tetapi juga pada pembinaan karakter dan integritas pegawai. Dalam suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan, kegiatan “Jumat Qolbu” diisi dengan tausiah yang menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kedisiplinan sebagai bagian dari implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur lembaga publik.

 

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Bogor, Salman Alfarisi dalam arahannya menyampaikan bahwa penguatan spiritualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga integritas individu. Ia menegaskan bahwa pegawai Bawaslu tidak hanya dituntut memiliki kapasitas teknis dalam bidang pengawasan pemilu, tetapi juga harus memiliki landasan moral yang kuat agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.

Menurutnya, keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual akan membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Apalagi dalam konteks pengawasan pemilu, di mana setiap pegawai dituntut untuk menjaga netralitas serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan transparansi. Oleh karena itu, kegiatan pembinaan mental dan rohani seperti “Jumat Qolbu” dinilai penting untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan.