Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Bogor Gandeng KNPI, Pemuda Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pengawas Partisipatif

Bawaslu Kota Bogor Gandeng KNPI, Pemuda Disiapkan Menjadi Garda Terdepan Pengawas Partisipatif

Bawaslu Kota Bogor diskusi terkait demokrasi dan kepemiluan, pada Jumat (06/11/2026).

Kota Bogor, 06 November 2026 - Keterlibatan pemuda dalam pengawasan pemilu di Kota Bogor berpotensi semakin luas setelah DPD KNPI menyatakan komitmen membentuk tim khusus pengawas dari kalangan generasi muda.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Bawaslu Kota Bogor dengan DPD KNPI Kota Bogor di Sekretariat KNPI, Jumat (6/11/2026), sebagai upaya memperkuat pengawasan partisipatif.

Keterlibatan pemuda penting karena pengawasan pemilu tidak cukup hanya mengandalkan lembaga pengawas, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mendeteksi potensi pelanggaran.

Ketua Bawaslu Kota Bogor, Herdiyatna, menilai generasi muda memiliki posisi strategis untuk memperluas kesadaran demokrasi sekaligus mendorong masyarakat terlibat langsung dalam pengawasan.

Komisioner Bawaslu Kota Bogor, Anto Siburian, menegaskan bahwa keterlibatan pemuda merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif dalam menjaga proses pemilu dan meningkatkan kepercayaan publik.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Rivaldo Surya, menyatakan kesiapan organisasinya membentuk tim khusus yang melibatkan pemuda dalam pengawasan pemilu.

Tim tersebut direncanakan tidak hanya memantau potensi pelanggaran, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bentuk pelanggaran dan pentingnya menjaga integritas pemilu.

Namun, keterlibatan pemuda masih menghadapi tantangan berupa kebutuhan pemahaman regulasi, kemampuan mengenali pelanggaran, serta mekanisme penyampaian laporan yang sesuai ketentuan.

Untuk itu, Bawaslu perlu menindaklanjuti komitmen tersebut melalui pembekalan pengawasan, penyampaian materi kepemiluan, serta panduan pelaporan dugaan pelanggaran yang mudah diakses.

Melalui keterlibatan pemuda, masyarakat diharapkan semakin berani mengawasi proses demokrasi, mengenali pelanggaran, dan menyampaikan laporan demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.