Ahmad Fathoni Tekankan Bawaslu Kota Bogor Untuk Perkuat Pengawasan Partisipatif
|
Kota Bogor, 05 Oktober 2026 - Bawaslu Kota Bogor terus memperkuat pelaksanaan tugas pengawasan, khususnya pengawasan partisipatif dan upaya pencegahan, meski saat ini berada dalam masa non-tahapan Pemilu dan Pemilihan. Penguatan tersebut disampaikan dalam apel rutin Senin pagi yang dilaksanakan di lingkungan Bawaslu Kota Bogor. Senin (5/10/2026).
Anggota Bawaslu Kota Bogor, H. Ahmad Fathoni, dalam amanatnya menyampaikan bahwa masa non-tahapan tidak boleh menjadi alasan bagi jajaran Bawaslu untuk mengurangi konsistensi dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan.Seluruh jajaran perlu tetap menjaga ritme kerja serta memastikan berbagai agenda kelembagaan dapat berjalan secara optimal.
“Di masa non tahapan, Bawaslu Kota Bogor harus tetap konsisten menjalankan tugas-tugasnya,” ujar Ahmad Fathoni dalam apel rutin tersebut.
Pengawasan partisipatif dan pencegahan perlu terus diperkuat oleh Bawaslu Kota Bogor tidak hanya dilakukan ketika tahapan Pemilu atau Pemilihan berlangsung, tetapi juga perlu dibangun secara berkelanjutan untuk penguatan kelembagaan dan demokrasi di Kota Bogor.
Pengawasan partisipatif adalah salah satu pendekatan penting dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi. Masyarakat diharapkan turut berperan dalam mengawasi serta menjaga proses demokrasi agar berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, aspek pencegahan juga perlu menjadi perhatian jajaran Bawaslu Kota Bogor. Pencegahan dilakukan untuk meminimalkan potensi terjadinya pelanggaran maupun persoalan yang dapat mengganggu kualitas penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
Ahmad Fathoni juga menyoroti pentingnya penguatan koordinasi internal di lingkungan Bawaslu Kota Bogor. Menurutnya, optimalisasi pekerjaan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara jajaran di setiap divisi maupun unsur kesekretariatan.
Dalam masa non-tahapan, tugas Bawaslu tetap memiliki peran strategis. Berbagai kegiatan penguatan kelembagaan, koordinasi, pendidikan pengawasan partisipatif, serta langkah-langkah pencegahan dapat terus dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan berikutnya.